AJI SAJATINING URIP
Saya
sebenarnya punya mantra yang mas bathara semar inginkan, masalahnya
untuk cara penyampaiannya harus bertatap muka dan tidak boleh ditulis
(seandainya boleh ditulis tentu akan saya posting disini) dan saya
hanya boleh membacanya sekali saja di depan mas bathara semar, kalau
mas bathara semar bisa langsung hapal itu bagus sekali, jika tidak, apa
yang mas bathara semar hapal ya itulah ilmu mas bathara semar sendiri.
mantera lain yang setara dengan mantera diatas yaitu:
Yaa Huu sirrullooH. Yaa Huu sifatullooH. Yaa Huu dzaatullooH. Yaa Huu wujuudullooH.
ONO OBAH SAJRONING POLAH. ONO POLAH SAJRONING OBAH
YA INGSUN POLAHING ALLOH
ALLOH MOBAH SAJRONING ROSO. ALLOH MOSIK SAJRONING ATI.
YO ALLOH YO ROSO YO ROSUL YO ROSULULLOH.
Orang majapahit dahulu percaya akan 2
hal yaitu budi dan hawa, budi adalah kehendak tuhan, sedangkan hawa
adalah kekuatan manusia. Menurut mereka kita hidup sekedar menjalani
budi yang ada di dalam hati sanubari kita. Apabila kita bisa menjalani
hidup tanpa menyeleweng dari budi yang ada di dalam sanubari kita, maka
telah tercapailah kondisi persatuan antara budi dan hawa, yaitu antara
kehendak tuhan dan kekuatan kita. Jika hal itu telah terkondisi dengan
tetap, maka kita telah menjadi manusia yang sempuna.
Komentar
Posting Komentar